Rumah 2 lantai menjadi pilihan populer bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki lahan terbatas tetapi ingin mendapatkan ruang lebih luas. Desain rumah 2 lantai sederhana menawarkan efisiensi ruang, estetika yang menarik, serta biaya yang lebih terkendali dibandingkan rumah mewah bertingkat. Artikel ini akan membahas berbagai aspek desain rumah 2 lantai sederhana dan perkiraan biaya pembangunannya.
Keunggulan Rumah 2 Lantai Sederhana

1. Pemanfaatan Lahan yang Optimal
Dengan membangun rumah 2 lantai, Anda bisa menghemat ruang tanah sekaligus mendapatkan lebih banyak area fungsional di dalam rumah.
2. Biaya Pembangunan Lebih Efisien
Dibandingkan dengan rumah 1 lantai dengan luas yang sama, rumah 2 lantai seringkali lebih hemat dalam penggunaan lahan dan bahan bangunan tertentu.
3. Fleksibilitas dalam Desain
Rumah 2 lantai memungkinkan variasi desain yang lebih banyak, seperti memiliki ruang tamu di lantai bawah dan kamar tidur di lantai atas untuk meningkatkan privasi.
4. Nilai Jual Lebih Tinggi
Karena memiliki lebih banyak ruang dan biasanya dilengkapi dengan desain modern, rumah 2 lantai memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan rumah 1 lantai.
Konsep Desain Rumah 2 Lantai Sederhana
1. Desain Minimalis Modern
Gaya minimalis modern tetap menjadi tren karena tampilannya yang simpel tetapi tetap elegan. Penggunaan warna netral, jendela besar untuk pencahayaan alami, serta material yang sederhana menjadi ciri khas desain ini.
2. Desain Industrial
Menggunakan material seperti beton ekspos, besi, dan kayu tanpa banyak ornamen memberikan kesan modern dan maskulin.
3. Desain Tropis
Cocok untuk iklim Indonesia, desain ini mengutamakan ventilasi alami, atap miring, serta penggunaan material alami seperti kayu dan batu alam.
4. Desain Skandinavia
Mengusung konsep terang dengan dominasi warna putih dan material kayu, desain ini memberikan kesan luas dan bersih.
Perkiraan Biaya Pembangunan Rumah 2 Lantai
Biaya pembangunan rumah bergantung pada berbagai faktor, seperti luas bangunan, jenis material yang digunakan, serta biaya tenaga kerja. Berikut adalah perkiraan biaya pembangunan rumah 2 lantai sederhana dengan luas bangunan 100 m² (50 m² per lantai).

1. Biaya Tanah
Jika Anda belum memiliki tanah, biaya ini perlu diperhitungkan. Harga tanah bervariasi tergantung lokasi. Misalnya, di pinggiran kota harga tanah berkisar Rp500.000 – Rp3.000.000 per meter persegi.
2. Biaya Konstruksi
Rata-rata biaya konstruksi rumah sederhana berkisar antara Rp3.000.000 – Rp5.000.000 per meter persegi. Maka, untuk rumah 100 m², estimasi biayanya adalah:
- Standar: Rp3.000.000 × 100 = Rp300.000.000
- Menengah: Rp4.000.000 × 100 = Rp400.000.000
- Premium: Rp5.000.000 × 100 = Rp500.000.000
3. Biaya Arsitek dan Desain
Jika menggunakan jasa arsitek, biaya desain berkisar antara Rp100.000 – Rp500.000 per meter persegi. Untuk rumah 100 m², biaya desain bisa mencapai Rp10.000.000 – Rp50.000.000.
4. Biaya Material
Biaya material tergantung pada kualitas yang dipilih. Beberapa komponen utama yang perlu diperhitungkan:
- Struktur utama (beton, besi, batu bata): Rp100.000.000 – Rp150.000.000
- Atap: Rp30.000.000 – Rp60.000.000
- Lantai (keramik, granit, atau vinyl): Rp20.000.000 – Rp50.000.000
- Pintu dan jendela: Rp15.000.000 – Rp40.000.000
- Instalasi listrik dan air: Rp15.000.000 – Rp30.000.000
5. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tukang bervariasi, bisa sistem harian (Rp100.000 – Rp200.000 per hari) atau borongan (Rp1.500.000 – Rp3.000.000 per meter persegi). Jika dihitung dengan sistem borongan, maka biayanya sekitar Rp150.000.000 – Rp300.000.000 untuk rumah 100 m².
6. Biaya Finishing
Finishing mencakup pengecatan, dekorasi, dan furnitur dasar. Biaya ini bisa mencapai Rp50.000.000 – Rp100.000.000 tergantung material dan desain yang digunakan.
Total Estimasi Biaya Pembangunan
Jika dijumlahkan, perkiraan total biaya pembangunan rumah 2 lantai sederhana dengan luas 100 m² adalah sebagai berikut:
- Kelas standar: Rp300.000.000 – Rp400.000.000
- Kelas menengah: Rp400.000.000 – Rp500.000.000
- Kelas premium: Rp500.000.000 – Rp700.000.000
Biaya ini bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung lokasi, jenis material, dan biaya tenaga kerja di daerah masing-masing.
Tips Menghemat Biaya Pembangunan
- Gunakan Desain Simpel – Hindari terlalu banyak ornamen atau bentuk yang rumit.
- Pilih Material Lokal – Material lokal biasanya lebih murah dan mudah didapat.
- Gunakan Sistem Borongan – Sistem borongan cenderung lebih hemat dibandingkan harian.
- Belanja Material Secara Bertahap – Belilah material sesuai tahap pembangunan untuk menghindari pemborosan.
- Manfaatkan Ruang Secara Efisien – Desain yang efisien mengurangi kebutuhan material tambahan.
Ciri-Ciri Desain Rumah 2 Lantai Sederhana
Desain rumah 2 lantai sederhana adalah pilihan ideal bagi mereka yang menginginkan hunian yang fungsional, nyaman, dan tetap estetis tanpa mengorbankan banyak biaya. Rumah dengan desain ini biasanya menonjolkan kesederhanaan dalam bentuk, material, serta tata ruang. Berikut adalah beberapa ciri utama dari desain rumah 2 lantai sederhana:
1. Bentuk Bangunan yang Simpel dan Fungsional
Rumah 2 lantai sederhana umumnya memiliki bentuk yang geometris dengan garis-garis tegas. Tidak banyak ornamen atau dekorasi berlebihan, sehingga tampilannya lebih modern dan minimalis. Desain ini memaksimalkan fungsi setiap ruang tanpa ada area yang terbuang sia-sia.

2. Pemanfaatan Ruang yang Efisien
Ciri utama dari desain rumah sederhana adalah pemanfaatan ruang yang optimal. Setiap sudut rumah dimaksimalkan untuk fungsi tertentu. Misalnya:
- Lantai pertama digunakan untuk area publik seperti ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.
- Lantai kedua digunakan untuk kamar tidur dan area privasi lainnya.
- Jika memungkinkan, area bawah tangga juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan.
3. Desain Fasad yang Minimalis
Fasad rumah sederhana biasanya tidak memiliki banyak detail rumit. Penggunaan elemen seperti kaca besar, kayu, dan beton ekspos sering ditemukan untuk menciptakan tampilan modern tetapi tetap sederhana. Warna-warna yang digunakan cenderung netral seperti putih, abu-abu, dan krem untuk memberikan kesan bersih dan luas.
4. Penggunaan Material yang Efisien dan Ekonomis
Agar tetap hemat biaya, desain rumah sederhana lebih mengutamakan penggunaan material yang mudah didapat dan tahan lama. Beberapa material yang sering digunakan antara lain:
- Beton untuk dinding dan struktur utama.
- Kayu atau baja ringan untuk rangka atap.
- Kaca besar untuk pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
- Keramik atau vinyl sebagai alternatif lantai yang lebih ekonomis dibandingkan marmer atau granit.
5. Ventilasi dan Pencahayaan yang Baik
Rumah 2 lantai sederhana biasanya didesain dengan banyak jendela besar agar sirkulasi udara lancar dan pencahayaan alami maksimal. Hal ini tidak hanya membuat rumah terasa lebih nyaman tetapi juga mengurangi konsumsi listrik untuk lampu dan pendingin udara.
6. Konsep Open Space dan Multifungsi
Agar terasa lebih luas, desain rumah sederhana sering mengadopsi konsep open space, di mana ruang tamu, ruang makan, dan dapur tidak dipisahkan oleh dinding. Selain itu, beberapa area memiliki fungsi ganda, seperti:
- Meja makan yang juga digunakan sebagai meja kerja.
- Ruang keluarga yang bisa berfungsi sebagai ruang tamu.
- Taman kecil yang sekaligus menjadi area relaksasi.
7. Atap yang Sederhana dan Efisien
Jenis atap yang digunakan dalam rumah 2 lantai sederhana biasanya berbentuk pelana atau datar. Atap pelana lebih hemat biaya dan mudah perawatannya, sementara atap datar memberikan tampilan lebih modern.

Kesimpulan
Rumah 2 lantai sederhana merupakan pilihan yang efisien untuk mendapatkan ruang lebih luas dengan biaya yang masih terjangkau. Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan material yang tepat, Anda bisa membangun rumah impian tanpa melebihi anggaran. Semoga artikel ini membantu dalam merencanakan pembangunan rumah 2 lantai Anda!
Jika anda membutuhkan konsultasi mengenai perencanaan renovasi rumah anda, silakan lebih lanjut bisa menghubungi Tim Arsi D. Studio. Kami akan mewujudkan impian anda menjadi kenyataan.
Terima Kasih
